Wednesday, April 8, 2009

coret2

Coret2
itu dulu, di jaman era Digital ini orang Sudah pada ketik2, tapi saya lebih senang memberi judul coret2 karna sampai sekarang saya masih suka coret2, coret2 saya ini gak tau harus di sebut apa, puisi kah,, pantun, atau Kata mutiara kah, karna saya tidak tau cara pembuatan
puisi, pantun dan lainnya yang baik dan benar, Karna saya tidak memiliki dasar2 ilmu Sastra, apa lagi pujangga, maka tulisan saya ini lebih suka saya sebut coret2 sebagai ungkapan isi hati tentang apa yang saya Lihat, Dengar,Dan Rasakan.






Berlarilah

Kala Mentari Pagi Tersenyum
Biri-biri Terjaga
Bangun Berdiri dan Lari
Lari Sekencang-kencangnya

Bila lengah,,,
Tercabik Singa Perkasa


Kala Mentari Pagi Tersenyum

Sang Singa Siuman
Menghentakan Kaki,Mengintai dan Lari
Lari Sekencang-kencangnya

Bila Loyo,,,
Perut Keroncongan , Tak Makan Gulai Biri-biri


Larilah Biri-biri Sekencang-Kencangnya
Larilah Singa Sekencang-Kencangnya

Tak penting Siapa singa, Siapa Biri-biri
Semua tetep Harus Berlari
Bila Lengah Tercabik, Bila loyo Perut Keroncongan

Kehidupan semakin Keras
Siapkah Kita Berlari,,
Melipat selimut, dan Berlari.







sahabat - Aku - Dewi terpilihku

Sahabat,,,
Terjemahkan aku betapa Gundahnya Mendua

Agar aku Senantiasa Setia
Kenalkan Aku Petunjuk Sakitnya Di dusta
Biar aku Tak Perlu Ingkar
Sahabat,,,

ajari aku Menepihkan Bosan
Hingga aku Selalu Merindukan Kebersamaan

Ingatkan aku Akan Berharganya air Mata
Agar Yang kudapati Hanya Canda Tanpa Tangis
Sahabat,,,

Wibawakan aku dengan Kisah-Kisahmu
Semua ini untuk Dewi Terpilihku











Nyanyian Kesempurnaan

Bumi ini Bukan Surga
Dari itu Kuhargai Kekurangan mu

Kutupi Dengan Kesempurnaan ku
Maka AcuhKanlah Kekuranganku
Dengan inilah Kita bisa Ridho Menikmati Kesempurnaan Hakiki
Sebab Semua Gading Tumbuh dengan Retak
Kita pun Alami sesuatu yang Alami
Hanya Bila Saling Mengisi Kita Bisa

Senandungkan Nyanyian Kesempurnaan.










Pasir

Ombak Takpernah jenuh Menghampiri Pantai
Membelai lembut Dengan Buih Perhatiannya

Sayang Aku Bukan Pantai
Aku adalah Pasir
Aku Hanya bagian dari Pantai
Yang terhempas Saat ombak datang

Tanpa sekubik Pasir-pasir Lain
aku Takubah Debu
Takbisa Mengokohkan Pilar-pilar Istana
sekarang Aku Hanya butuh Arus deras

yang bisa membantuku berdiri
bergulung Membuatku Lelah.












Aku Terbaik
Dengan KasihMu Rohku Kau Utus Kedunia
Menemui Jasadku Yang usai Bertarung
Mengalahkan Berjuta-juta Sel Telur Pesaingku
Dan Akulah Yang Terbaik Dan Terpilih

Karna Kau takpernah Salah Pilih
Karna aku yang Terbaik Harus Berbuat yang Terbaik

Untuk Bertasbih
Bersujud Dan Mengungkap Rahasia alam dangan QuranMu
Kelak Aku Akan Kau ambil Sesuai Janjimu
Dan aku pun Berusaha tetap baik

Karnah Aku Dari Roh dan Jasad Terbaik
Semoga Bahagia Bersama Mu dan Para Pemuja-pemuja TerbaikMu.














Bulan Sia-sia

Aku Bulan,,,
Yang Ingin selalu Menerangi

Gelapnya Malam
Aku Bulan,,,
Yang Ingin Selalu Pandangi
Indahnya Bumi
Tapi Mengapa Mendung Tak Izinkan

Pancaranku Menyapa isi Bumi
Walau Cahayaku Tak Pernah Letih
Dengan Purnama Membara Atau pun Sabit
Tapi Tetap Terasa Sia-sia
Malam mu Tetap Gulita
Cahayaku sia-sia Menyinari Surga Yang Kosong










Untung Anjing Megonggong

Untung Anjing Megonggong
Jangkrik-Jangkrik Berisik Mengusik
Bangunkan Aku,,,
Bangunkan Aku Dari Mimpi
Mimpi yang Menjebakku Dalam Ruang
Ruang yang Tak berpintu Dan Jendala
Ruangan yang Bangga Akan perselingkuhan
Ruangan yang Penuh Penghianatan
Yang Seharusnya aku Tidak Disitu
Yang seharusnya Ada Yang Menepuk Bahuku
Sadarkan aku Sedari Dulu
Untung Anjing Megonggong
Jangkrik-Jangkrik Berisik Mengusik
Bangunkan Aku,,,
Bangunkan Aku Dari Mimpi
Dan Aku Pun Menjauh,,,
Dari Ruangmu.
Karena Aku Tak Bangga Akan perselingkuhan.

No comments: